Warga Sampang Temukan Bangkai Sapi di Sungai, Diduga Mati Akibat Wabah PMK

Selasa, 14 Juni 2022 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkai sapi dibuang ke kali oleh Warga Sampang Madura/Foto: suarajatim

Bangkai sapi dibuang ke kali oleh Warga Sampang Madura/Foto: suarajatim

SAMPANG, lensamadura.com – Gegara Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), banyak ternak mati di Jawa Timur. Bahkan di Malang puluhan ternak mati, termasuk juga di daerah lain.

Di Sampang Madura pun mengalami hal yang sama. Puluhan ternak dikabarkan terpapar wabah PMK ini. Terbaru dua sapi warga dinyatakan diduga juga gara-gara suspek PMK.

Informasi yang diperoleh lensamadura.com, dua sapi yang tewas ini milik peternak warga Desa Sawah Tengah Kecamatan Robatal. Kemudian, sapi yang mati ini oleh warga dibuang ke Sungai Lodan.

Dugaan kuat, sapi tersebut mati lantaran terserang Penyakit Mulut dan Kaki (PMK).  Tak tanggung, ada dua bangkai sapi yang ditemukan di aliran sungai tersebut.

Rizal Fahmi salah satu warga setempat menuturkan, warga menemukan bangkai sapi tersebut sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu, 12 Juni 2022 kemarin.

Baca Juga :  Bagini Kata Ketua KWK Sumenep Tentang Pemberantasan Narkoba di Kepulauan

“Bangkai sapi itu ditemukan oleh warga sekitar habis salat Asar kemarin,” katanya, dikutip suarajatim, Senin, 13 Juni 2022.

Rizal menambahkan, kedua bangkai sapi itu ditemukan oleh warga di dua lokasi yang berbeda tapi jaraknya tidak begitu jauh.

“Yang satu ditemukan di bawah jembatan dan yang satunya nyangkut di tumpukan sampah bambu,” ujarnya.

Baca Juga :  Doa Untuk Indonesia, Pemuda Ansor Gayam Gelar Istigasah Kebangsaan HUT ke-77 RI

Hal senada juga disampaikan oleh Adi warga setempat. Ia merasa khawatir kondisi penyebaran PMK semakin membahayakan pemilik sapi. Apalagi, lanjut Adi, bangkai yang dibuang ke sungai tersebut bisa menimbulkan bau tak sedap serta menambah mewabahnya PMK.

“Bangkai sapi yang dibuang itu membikin warga resah karena bau dan bisa menimbulkan penyakit,” katanya menambahkan dikutip suarajatim. (*/Rif)

Berita Terkait

Kakek Warga Pagerungan Besar Sapeken Ditemukan Tewas Gantung Diri
Meriahkan Malam Idul Fitri, Kalebun Jangkong Undang musik Tong-tong ini
Keluarga Besar UPP Telaga Biru Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan bersama Anak Yatim
Di Hadapan Menhub, Kepala KSOP Kalianget Laporkan Mudik Jalur Laut Lancar tanpa Penumpukan Penumpang
Media Peka Aksara bersama Bupati Sumenep Berikan Santunan untuk 30 Anak Yatim
PPP Siapkan Calon Bupati Sumenep 2024-2029
Kemenhub melalui Dirjen Hubla Kerahkan Kapal Negara Bantu Pemudik Tujuan berbagai Pulau di Sumenep
Crew Tak Roniro Bagikan Takjil Gratis di Area Pasar Legung Sumenep
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 11:52 WIB

Kakek Warga Pagerungan Besar Sapeken Ditemukan Tewas Gantung Diri

Selasa, 9 April 2024 - 21:48 WIB

Meriahkan Malam Idul Fitri, Kalebun Jangkong Undang musik Tong-tong ini

Selasa, 9 April 2024 - 17:57 WIB

Keluarga Besar UPP Telaga Biru Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan bersama Anak Yatim

Senin, 8 April 2024 - 22:52 WIB

Media Peka Aksara bersama Bupati Sumenep Berikan Santunan untuk 30 Anak Yatim

Senin, 8 April 2024 - 19:37 WIB

PPP Siapkan Calon Bupati Sumenep 2024-2029

Minggu, 7 April 2024 - 18:00 WIB

Kemenhub melalui Dirjen Hubla Kerahkan Kapal Negara Bantu Pemudik Tujuan berbagai Pulau di Sumenep

Sabtu, 6 April 2024 - 19:28 WIB

Crew Tak Roniro Bagikan Takjil Gratis di Area Pasar Legung Sumenep

Sabtu, 6 April 2024 - 13:34 WIB

Mudik Gratis Program Dirjen Hubla Tujuan Kalianget-Kangean Sumenep Disambut Antusias, Berikut Jadwal Arus Baliknya

Berita Terbaru