Berita  

Pembina ARM Fauzi As Bakal Usut Program Pertanian Senilai Rp 4 Miliar Lebih Terkait Bantuan Bawang Merah di Desa Basoka Sumenep

Pembina Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Sumenep Fauzi As. (Foto: Istemewa/LensaMadura.Com)

SUMENEP, Lensamadura – Fauzi As pembina Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Sumenep menyiapkan hadiah untuk Kepala Dinas Pertanian, yang saat ini bernama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKPPP) Sumenep Arif Firmanto.

“Kami ini santri mas. Jadi kami diajarkan untuk jujur komitmen dan tepat janji. Jika kemarin kami berjanji bahwa kami beserta masyarakat Matanair akan menyiapkan hadiah kepada Kadis pertanian pasti bukan isapan jempol,” terang Fauzi As saat ditemui di cafe Mami Muda di Kota Sumenep, Sabtu 19 Maret 2022.

Terkait hadiah, lanjut pria yang sekaligus Owner di Cafe tersebut itu, tentu bukan bawang goreng.

Sebelumnya pembina ARM ini hanya ingin memastikan kabar tentang dugaan keterlibatan Arif Firmanto Kepala Dinas Pertanian Sumenep (Kepala DKPPP, red) menjadi juru lobi dalam Pilkades Matanair.

“Kami pikir apa karena tugas-tugas di Dinas Pertanian sudah berhasil diselesaikan dengan baik. Sehingga dia menjadi kadis lintas sektor,” ujarnya heran.

Ternyata tidak, jadi berikutnya Fauzi akan menyiapkan hadiah sapi atau Hand traktor. Paling tidak bisa dihibahkan kepada petani di Desa Basoka untuk membajak.

Baca Juga :  Perangkat Desa Badur Resmi Dilantik, Ini Harapan Kades Atnawi

“Supaya bisa nanam bawang lagi. Karena panen bawang musim ini banyak petani merugi. Tapi Pak Kadis Pertanian justru sibuk foto selfie dengan petani. Terus terang kami jengkel mas, ditengah petani yang kesulitan karena bawangnya rusak, kalaupun ada yang panen dari bibit sendiri harganya anjlok,” paparnya.

Tapi justru kepala dinas mengadakan panen raya di Basoka. Seolah sambung Fauzi, merayakan kegagalan petani.

Pengusaha muda sekaligus pemilik Brand Labatik.id ini menduga, bantuan bawang merah dari dana Upland diatas Rp 4 miliar itu sarat permainan.

Baca Juga :  Upgrading Keagamaan di Bulan Ramadlan Kopri PMII Sumenep Gelar Baca Kitab

“Sudah kami pelajari. Wong hanya nambah beban hutang bagi sebagian anggota Poktan. Sebab bibitnya bermasalah sebelum ditanam. Jika ada yang mau membantah kami tantang untuk turun bersama ke Desa Basoka,” tegas Fauzi.

Seraya mengaku pihaknya sudah bertemu lebih dari 40 orang dari beberapa anggota Poktan di Basoka. Apalagi, Fauzi memang lahir dan besar di Desa Basoka.

Terkait dugaan kejanggalan program Upland tersebut pembina ARM ini mengaku siap mengusut. Sementara, Kepala DKPPP Sumenep Arif Firmanto enggan merespon informasi tersebut saat dikonfirmasi. (pur/yan)