Puti Ajak Seniman Kembangkan Seni Lewat Digital

SURABAYA, Lensa Madura – Cucu Presiden RI pertama, Puti Guntur Soekarno sangat peduli terhadap keberadaan seniman di Surabaya. Puti meminta seniman lebih kreatif untuk memanfaatkan digital sebagai tempat pengembangan kesenian.

Motivasi ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI ini dalam ‘Seminar Literasi Digital’ di depan seniman-seniman Surabaya. Dengan tegas Puti meminta seniman segera membuat rencana baru untuk bisa memanfaatkan digital. Sebab, digital sudah tidak bisa dihindari, justru seniman harus mampu untuk memanfaatkan digitalisasi.

“Saat ini sudah generasi Z, mau tidur pegang hanphone, bangun tidur pegang hanphone. Betapa besarnya pengaruh digital di era sekarang,” kata Puti dalam sambutan seminar literasi digital di Surabaya.

Puti menuturkan, digital sudah menjadi budaya baru dalam kehidupan, orang mau kuliner, food, musik, serta travel and tourisme diperoleh dari kehebatan digital. Mereka mengetahui informasi dan mendapatkan pelayanan dari digital, bukan lagi dari televisi atau brosur. Namun media sosial (medsos) yang menjadi tolak ukur.

Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan. Semua pihak harus berselancar di dunia digital supaya bisa berkembang dengan baik memanfaatkan digital sebagai alat baru. “Dunia seniman juga harus mampu memanfaatkan digital untuk bisa berkembang,” ungkapnya.

Dulu, ungkap Puti, dua tahun lalu di Bali, saat pandemi mulai berkembang di Indonesia, para seniman mengalami kebingungan yang sangat luar biasa. Kebetulan, lanjut dia, dirinya bersama dengan anaknya mendatangi Bali. Di sana (Bali) mendatangi desa dan mampir ke sanggar tari, sangat menyedihkan karena seniman tiarap semua. Mereka tidak bisa menunjukan tari ke wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Akhirnya, papar Komisi X DPR RI ini, terceletuk ide untuk membuat pembelajaran menari secara online. Pembalajaran ini ditangani anak-anak muda, dan hasilnya diluar ekspektasi. Banyak orang yang ingin belajar, pesertanya bukan hanya lokal Bali, namun peserta luar negeri sangat banyak.

“Jadi pemikiran kita peserta bukan hanya lokal Bali saja, tetapi internasional juga harus menjadi target. Kalau di Bali kemarin peserta yang ikut belajar menari sampai Inggris,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *