by

Camat Gayam Diduga Tiga Bulan Tak Nongol di Kantor, Aktivis PSPS: Mending Diganti Saja

SUMENEP, Lensa Madura – Masyarakat Kecamatan Gayam Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dibingungkan dengan jabatan tertinggi Kecamatan Gayam alias Camat Gayam.

Pasalnya, sudah sekitar tiga bulan pimpinan tertinggi di Kecamatan Gayam itu diduga tak masuk kantor.

Setelah marak-maraknya mutasi jabatan administrator dan Pengawas Eselon III dan IV untuk menduduki Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kecamatan pada Oktober 2021.

Desas-desus isu camat Gayam yang akan dipindah ternyata hanya kabar burung, sehingga hal itu membuat posisi pemangku Kecamatan Gayam masih diduduki oleh RB. Mohammad Mansyur.

Anehnya, sampai saat ini memasuki awal 2022 masyarakat yang hendak mengurus administrasi untuk bertemu Camat Gayam, tak pernah ditemuinya.

Menurut Pemuda Sosial Pulau Sapudi (PSPS), Misbahol Munir, mengatakan pihaknya sudah berkali – kali mendatangi Kantor Kecamatan untuk mengurus sejumlah administrasi dan konsolidasi. Namun, dirinya tidak pernah melihat Camat Gayam nongol di tempat.

“Banyak orang yang membutuhkan administrasi, tanda tangan dan segala macam, Pak camat malah gak ada di Sapudi, gimana ini,” sergahnya, Kamis, 6 Januari 2022.

Misbah mangaku, Camat Gayam sudah tiga bulanan tidak ada di Kantor Kecamatan. Padahal kata dia, Camat Gayam sudah mendekati masa pensiunan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Mentang-mentang sudah mau pensiun malah semakin mengentengkan terhadap keberadaan wewenang dan tugas yang diembankan kepada Camat Gayam,” kesalnya.

Misbah mengaku saat ini butuh sosok pemimpin tertinggi di Kecamatan Gayam, karena menurutnya masih banyak persoalan yang belum diselesaikan, seperti Persoalan BBM yang tak kunjung usai serta persoalan lainnya.

“Kalau sekiranya sudah tidak mampu menjalankan tugas, lebih baik mengajukan pensiun lebih awal, ini persoalan kebijakan tertinggi ditingkat Kecamatan, bukan main,” tegasnya.

Selain itu, Misbah menyarankan agar Pemkab Sumenep, harus memperhatikan jabatan-jabatan strategis yang perlu diperhatikan untuk dimutasi. Sebab kata dia, stabilisasi pimpinan terutama di Kecamatan Kepulauan harus memiliki loyalitas dan pengabdian yang cukup tinggi.

Sebelumnya, sekitar tiga bulan yang lalu sebelum Camat Gayam meninggalkan Kantor Pemerintahan Gayam, dikabarkan mengalami sakit – sakitan.

“Kalau memang Camat Gayam sakit, kami minta agar segera diganti saja, supaya stabilitas Pemerintahan Kecamatan Gayam ada pemangku kebijakannya lagi,” harapnya.

Informasi yang dihimpun LensaMadura.Com, Camat Gayam sempat mendapatkan perawatan intens di Ruang UGD salah satu Rumah Sakit di Sumenep, bahkan juga pernah dibawa ke Rumah Sakit di Surabaya.

Memasuki awal tahun baru dan semangat baru, Camat Gayam belum juga nogol. Beberapa informasi yang beredar bahwa Camat Gayam dikabarkan sudah sembuh, hanya saja belum sembuh total dan belum bisa melaksanakan tugas di Gayam.

Pada saat dikonfirmasi, melalui Pelayanan Kecamatan Gayam, Ermin mengatakan, bahwa camat Gayam sampai saat ini masih mengalami sakit struk ringan, sehingga belum bisa menjalankan tugas di Kecamatan Gayam.

“Iya mas, camat Gayam masih struk ringan sekarang ada di rumahnya, tadi saja waktu nelpon dari suaranya terdengar beda,” ujarnya.

Disinggung prihal administrasi, Ermin mengaku semuanya sudah ada jobnya masing-masing, sehingga kata dia, semua urusan perkantoran sudah bisa teratasi.

“Kalau urusan administrasi semuanya sudah teratasi mas, apalagi sudah ada sekcam disini,” katanya.

Sementara ini, awak media mencoba menghubungi Camat Gayam via telepon, namun hingga berita ini ditayangkan, Mohammad Mansur itu tidak menjawab, mesikipun dihubungi gawe WA juga tidak merespon. (udi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed