Antisipasi Pernikahan Dini, Ini Kata KUA dan Bidan di Gayam Sumenep

Selasa, 28 Desember 2021 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marwan kepala KUA Kecamatan Gayam Sumenep/Foto Istimewa.

Marwan kepala KUA Kecamatan Gayam Sumenep/Foto Istimewa.

LENSA MADURA, Lensa Madura  – Pernikahan dini atau pernikahan anak di bawah umur masih menjadi kebiasaan yang sulit dihapuskan dari kultur masyarakat Madura,  khususnya di pulau Sapudi Kabupaten Sumenep.

Secara umum Kabupaten Sumenep mencatat angka pernikahan dini sangat tinggi, bahkan selama empat bulan pertama 2021, sudah ada sebanyak 533 pengajuan nikah. Pada 2020 lalu, pernikahan di bawah umur mencapai 2.029.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA)  Kecamatan Gayam, Marwan menjelaskan bahwa pernikahan dini merupakan penikahan yang belum cukup umur menurut undang-undang.

“Sudah jelas dalam undang undang pernikahan, usia minimal untuk diakui negara yaitu ketika mencapai usia 19 tahun,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, negara membuat aturan seperti itu karena sangat memikirkan regenerasi dari rakyatnya.

“Karena pernikahan dini memang sangat banyak mudaratnya,” tambahnya.

Selain itu, menurut Marwan, dalam usia di bawah 19 tahum secara psikologi masih labil. Dan alat reproduksi juga belum siap.

Baca Juga :  Festival Jaran Serek Sumenep Bentuk Cinta Budaya Lokal

“Sabar dulu lah untuk menikah kalau belum cukup. Ikuti aturan negara biar tidak ribet,” tambah Pria kelahiran rubaru sumenep itu.

Di tempat lain, Hj. Ira Bidan Puskesmas Gayam saat di temui di kediamannya membenarkan, bahwa di usia di bawah 19 tahun alat reproduksi perempuan belum sempurna. Dan saat hamil juga banyak dampaknya.

“Sangat berbahaya sebenarnya karena belum siap secaraa reproduksi. Ketika hamilpun rentan akan kekurangan darah dan persalinan akan lama,” jelasnya.

Ia melanjutkan, tidak hanya pada si ibu, pada kandungnya pun rentan akan perlambatan pada perkembangan si bayi. Bahkan juga akan menyebabkan kematian.

Baca Juga :  Pergunu Batuputih Raih Dua Penghargaan dalam Pergunu Sumenep Award

“Biasanya perkembangan si bayi akan lambat. Bahkan bisa menyebabkan kematian karena tubuh si ibu masih belum siap,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa secara medis ada usia ideal untuk menikah. Usia Laki laki 25 tahun, dan permpuan usia 21 tahun.

“Karena di saat usia itu si laki laki dan perempuan sudah matang,” tutupnya. (udi)

Berita Terkait

PPP Sumenep Buka Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup untuk Pilkada 2024
Pemkab Bangkalan Luncurkan Implementasi dan Sosialisasi SSK, Ini Tujuannya
Kapolres Pamekasan Dapat Penghargaan Pimpinan Institusi Peduli Kebebasan Pers
Garda Pemuda NasDem Sumenep Geram atas Fitnah dan Tudingan tak Terbuka soal Dana Banpol
Jelang Pilkada 2024, Wakil Ketua DPD Hanura Jatim Mudhor Ali Resmi Daftar Bacawabup Bangkalan
Poli Rehabilitasi Medik RSUD Sumenep Sediakan Layanan Kesehatan bagi Lansia Penderita Osteoarthritis
IPSI Sumenep Susun Program Kerja 2024-2028
Nyai Hj Romlah Rawatib kembali Pimpin Muslimat NU Sentol Laok Periode 2024-2029

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 14:14 WIB

PPP Sumenep Buka Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup untuk Pilkada 2024

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:52 WIB

Pemkab Bangkalan Luncurkan Implementasi dan Sosialisasi SSK, Ini Tujuannya

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:38 WIB

Kapolres Pamekasan Dapat Penghargaan Pimpinan Institusi Peduli Kebebasan Pers

Kamis, 23 Mei 2024 - 09:01 WIB

Garda Pemuda NasDem Sumenep Geram atas Fitnah dan Tudingan tak Terbuka soal Dana Banpol

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:48 WIB

Jelang Pilkada 2024, Wakil Ketua DPD Hanura Jatim Mudhor Ali Resmi Daftar Bacawabup Bangkalan

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:12 WIB

Poli Rehabilitasi Medik RSUD Sumenep Sediakan Layanan Kesehatan bagi Lansia Penderita Osteoarthritis

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:45 WIB

IPSI Sumenep Susun Program Kerja 2024-2028

Senin, 20 Mei 2024 - 20:52 WIB

Nyai Hj Romlah Rawatib kembali Pimpin Muslimat NU Sentol Laok Periode 2024-2029

Berita Terbaru