oleh

Tol Trans Madura Mulai Ada Titik Terang

Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono (tengah) saat menerima pengurus DPM di ruang kerjanya. (Foto. Istimewa/LensaMadura.Com)

Surabaya, Lensamadura.com – Usulan Dewan Pembangunan Madura (DPM) terkait pembangunan jalan tol trans Madura mendapatkan kemajuan dan tahapan yang progres.

Sebelumnya, usulan tersebut tertuang dalam surat DPM No. 34/DPM/2020 tanggal 21 Januari 2020, perihal permohonan pembangunan jalan tol trans Madura kepada Presiden RI.

Usulan tersebut juga mendapat respon positif setelah DPM melakukan pertemuan dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, 1 Januari 2021 lalu.

Untuk menindaklanjuti surat dan pertemuan itu, DPM kembali lakukan kunjungan ke Gedung Negara Grahadi, diterima oleh Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono di ruang kerjanya. Kamis, 17 Juni 2021.

Kunjungan itu dalam rangka membahas teknis atas usulan pembangunan jalan tol trans Madura yang diinisasi oleh DPM.

H. Achmad Zaini selaku ketua DPM menjelaskan, progres report terkait usulan tol trans Madura mendapatkan tanggapan yang menggembirakan.

Pasalnya, pasca pertemuannya dengan Gubernur Khofifah, dalam waktu 10 hari telah mendapatkan mitra inisiator tol tersebut.

“Dalam waktu dekat, pra-FS akan dikerjakan oleh konsultan yang ditunjuk,” kata Zaini kepada Lensamadura.com

Selain itu, Sekretaris DPM Harun Al-Rasyid menambahkan, dalam waktu dekat DPM bersama Pemprov Jatim akan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), melibatkan seluruh stake holder di Madura dengan keynote speaker Gubernur Khofifah.

“Tol trans Madura adalah mimpi masyarakat Madura setelah dibangunnya jembatan Suramadu,” jelasnya.

Sementara itu, Heru Tjahjono berharap, tol yang panjangnya kurang lebih 150 km tidak mengganggu kekayaan SDA Madura.

“Tidak mengganggu ladang garam sebagai kekayaan Madura yang luar biasa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, anggota dewan pakar DPM Dr. Siti Marwiyah menambahkan, tol yang akan membentang sepanjang sisi utara Madura akan dapat mempermudah masyarakat menjangkau kemolekan dan keindahan pantai utara Madura.

“Terutama pantai Slopeng, Lombang dan pulau oksigen yang tersohor di dunia,” kata  Rektor Unitomo itu.

Perlu diketahui, pelaksanaan FGD itu akan melibatkan tokoh dan ulama Madura, Pemkab se-Madura, budayawan, seniman, kuliner, dan industri kreatif UKM Madura. Diperkirakan, momen tersebut akan dilaksanakan pada bulan September-Oktober mendatang. (rif)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed