Di Hadapan Kader PMII Kota Malang, LaNyalla Sebut Bonus Demografi Seperti Dua Sisi Mata Uang

Kamis, 15 April 2021 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai bonus demografi yang dimiliki Indonesia layaknya dua sisi mata uang. Bisa menjadi peluang namun bisa juga menjadi ancaman.
Penilaian tersebut disampaikan LaNyalla saat menjadi pembicara di Konferensi Cabang PMII Kota Malang, Kamis (15/4/2021). Kegiatan ini diikuti Ketua Umum dan pengurus PC PMII Kota Malang, juga Kader PMII. 
Senator asal Jawa Timur ini menilai tantangan bonus demografi Indonesia menarik untuk dibicarakan. 
“Karena sejatinya bonus demografi tersebut seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi adalah berkah atau peluang. Tetapi di satu sisi bisa jadi musibah atau ancaman,” katanya. 
Dijelaskan LaNyalla, Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada tahun 2030 hingga 2040. Pada masa itu penduduk usia produktif berusia 15 – 64 tahun lebih banyak dibandingkan penduduk dengan usia tidak produktif. 
“Pertumbuhan penduduk usia produktif diprediksi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan mencapai 64 persen dari total penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Puncaknya, angkatan kerja Indonesia mencapai 71 persen,” katanya. 
Namun, Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu menilai di situlah letak tantangan sesungguhnya. 
Karena, melimpahnya usia produktif bisa menjadi peluang dan dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi negara. 
“Sebaliknya, jika banyaknya usia produktif tidak dibarengi dengan tersedianya lapangan kerja, hal tersebut justru akan berpotensi meningkatkan jumlah pengangguran dan banyak permasalahan lain,” ujarnya. 
Untuk menjawab tantangan bonus demografi, harus dilakukan proyeksi dan memetakan apa yang akan terjadi, dan apa yang dibutuhkan Indonesia pada saat itu. 
“Termasuk sumber daya manusia dengan kualifikasi seperti apa yang dibutuhkan Indonesia pada saat itu. Sehingga diharapkan dapat berintegrasi dengan kebutuhan industri 4.0,” katanya. 
Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menambahkan, menjawab tantangan demografi juga bisa dilakukan dengan penataan roadmap untuk penciptaan pengusaha-pengusaha baru yang dibutuhkan saat itu.
“Tentunya dengan mengandalkan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif Indonesia,” katanya.(*)
Baca Juga :  Polsek Kangean Tangkap Eksan Yang Selama Ini Gencar Desak Usut Tuntas Pembunuhan Hamsan, Siapa Diuntungkan?

Berita Terkait

Gandeng RSUD dr Soetomo, KONI Jatim Berikan Pelayanan Kesehatan Atlet
Caleg DPR RI Dapil Madura Abu Hasan Wakafkan 1 Hektare Tanah untuk NU
PDIP Tanggapi Mahfud MD Mundur sebagai Menko Polhukam
14 Hari Menuju Pemilu, Lia Istifhama Sampaikan Politik Adem Menjelang Kontestasi Politik
11 KKKS SKK Migas Raih Penghargaan Proper Emas dari Kementerian LKH
Relawan KAMI Gibran Jatim Kutuk Tindakan Teror Terhadap Loyalis Prabowo-Gibran di Sumenep
Senam Go PKS Go Sambil Kampanyekan Capres-Cawapres AMIN Berlangsung Meriah di Sumenep
Ketua DPD RI Bangun Kesadaran Kritis Kader PMII tentang Pembangunan Berkelanjutan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:04 WIB

Gandeng RSUD dr Soetomo, KONI Jatim Berikan Pelayanan Kesehatan Atlet

Kamis, 1 Februari 2024 - 18:04 WIB

PDIP Tanggapi Mahfud MD Mundur sebagai Menko Polhukam

Rabu, 31 Januari 2024 - 23:09 WIB

14 Hari Menuju Pemilu, Lia Istifhama Sampaikan Politik Adem Menjelang Kontestasi Politik

Selasa, 30 Januari 2024 - 22:34 WIB

11 KKKS SKK Migas Raih Penghargaan Proper Emas dari Kementerian LKH

Selasa, 30 Januari 2024 - 19:46 WIB

Relawan KAMI Gibran Jatim Kutuk Tindakan Teror Terhadap Loyalis Prabowo-Gibran di Sumenep

Minggu, 28 Januari 2024 - 20:52 WIB

Senam Go PKS Go Sambil Kampanyekan Capres-Cawapres AMIN Berlangsung Meriah di Sumenep

Minggu, 28 Januari 2024 - 17:35 WIB

Ketua DPD RI Bangun Kesadaran Kritis Kader PMII tentang Pembangunan Berkelanjutan

Jumat, 26 Januari 2024 - 22:01 WIB

Buka Turnamen Catur Antar Pesantren se-Madura, Ketua DPD RI Ulas Sejarah Islam

Berita Terbaru