Pengembangan Potensi Pertanian Madura Jadi Poin Penting MoU Antara UTM dan ITS

Selasa, 15 September 2020 - 02:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: neo-demokrasi.com

Surabaya, LensaMadura.Com-Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Rabu (09/09/2020).

UTM menggandeng ITS terutama dibidang teknologi. Sebab, UTM bermaksud meneliti potensi alam Madura. Terutama pengembangan potensi pertanian. Seperti jagung, garam, kelautan dan potensi lain yang bisa menunjang perekonomian.

Kunjungan resmi ke kampus ITS Surabaya itu dipimpin Rektor UTM Bangkalan Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif MSi didampingi sejumlah pejabat rektorat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara, penyambutan dari pihak ITS dipimpin langsung Rektor ITS Prof. Dr. Ir Mochamad Ashari MEng dan jajaran.

Baca Juga :  Kembangkan SDM Pengusaha, Kadin Jatim Jalin Kerjasama dengan Pascasarjana Unair

“Dengan bagini ITS dapat bakerja sama dengan UTM dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” kata Rektor ITS saat menyambut rombongan dari UTM sebagaimana dilansir NeoDemokrasi.Com.

Guru besar teknik Elektro ITS melanjutkan, MoU ini diharapkan bermamfaat untuk Madura. Mulai bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan Madura secara umum.

Sementara, Rektor UTM yang akrab disapa Syarif ini menjelaskan, lembaga pendidikan yang dipimpinnya itu telah memiliki hasil penelitian dan inovasi.

Hanya saja, masih seperti dilansir NeoDemokrasi. Com, UTM terdapat beberapa kendala. Terutama, kurangnya kemampuan dalam bidang teknik. Seperti untuk membuat teknologi yang bermamfaat untuk Madura.

Baca Juga :  DKPP Sumenep Gelar Program GPM, Bantu Kebutuhan Masyarakat Jelang Idul Fitri 2024

“Oleh karena itu, kami mengajak ITS bekerjasama dibidang teknologi untuk membantu pengembangan potensi alam di pulau Madura,” jelas Rektor UTM masih seperti keterangan yang dikutip di NeoDemokrasi.Com itu.

Sementara, Wakil Rektor (Warek) I UTM Bidang Akademik Dr Deni Setya Bagus Yuherawan S.H, M.S menambahkan, seluruh kegiatan akademik UTM kini difokuskan untuk pengembangan potensi alam Madura.

“Tujuan MoU ini untuk kesejahteraan masyarakat Madura,” tuturnya.
Informasi yang diperoleh UTM dari petinggi ITS, cukup penting sebagai bekal penelitian untuk pengembangan alam Madura.

Diantaranya, ITS memiliki sebuah penelitian sesuai potensi alam Madura. Yaitu, pembuatan baterai lithium dari garam rakyat. Penelitian itu dibuat oleh Departemen  Fisika ITS.

Baca Juga :  Yayasan Rumah Yatim Dhuafa Al-Husna Sumenep Bantu Bedah Rumah Warga Miskin

Menanggapi hal itu, dekan fakultas pertanian UTM Ir. Slamet  Subari MS mengurai permasalahan yang dihadapinya.
Pertama, penelitian pada tanaman jagung yang dilakukan UTM. Meski sukses secara akademik, tapi pengaplikasian dilapangan sulit. Sebab, Madura kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Banyak orang Madura memilih merantau. Saya harap ITS memiliki teknologi tepat guna menggantikan peran SDM,” harapnya.
Selain itu, UTM kepada ITS mengajukan pentingnya penelitian daun kelor. Kemudian pertukaran mahasiswa, dosen dan menbuat modifikasi garam. (Dan/To)

Berita Terkait

SDN Pancor II Gelar Tasyakuran Perpisahan, Ada Bazar sebagai Implementasi P5 Kurikulum Merdeka
Jaminan Hilang, BRI Pamekasan Akui Adanya Fraud Oknum Mantan Pegawai
Lima Komisioner KPU Sumenep Diisi Wajah Baru, Ini Daftar Namanya
Bappeda Sumenep Lakukan Sinkronisasi Dokumen RKPD dengan KEM-PPKF 2025
Warga Lebeng Barat, Pasongsongan Keluhkan Kondisi Proyek PATM
DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna terkait Raperda RPJPD 2025-2045
Final! KPU Sumenep Tetapkan 1.967 TPS di Pilkada Serentak 2024
Mantan Kadis PUSDA Sumenep Disebut Biang Kasus Dugaan Korupsi Proyek PATM

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:01 WIB

SDN Pancor II Gelar Tasyakuran Perpisahan, Ada Bazar sebagai Implementasi P5 Kurikulum Merdeka

Kamis, 13 Juni 2024 - 12:19 WIB

Jaminan Hilang, BRI Pamekasan Akui Adanya Fraud Oknum Mantan Pegawai

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:45 WIB

Lima Komisioner KPU Sumenep Diisi Wajah Baru, Ini Daftar Namanya

Rabu, 12 Juni 2024 - 12:36 WIB

Bappeda Sumenep Lakukan Sinkronisasi Dokumen RKPD dengan KEM-PPKF 2025

Selasa, 11 Juni 2024 - 15:50 WIB

Warga Lebeng Barat, Pasongsongan Keluhkan Kondisi Proyek PATM

Senin, 10 Juni 2024 - 20:03 WIB

Final! KPU Sumenep Tetapkan 1.967 TPS di Pilkada Serentak 2024

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:26 WIB

Mantan Kadis PUSDA Sumenep Disebut Biang Kasus Dugaan Korupsi Proyek PATM

Sabtu, 8 Juni 2024 - 20:44 WIB

Achmad Fauzi Wongsojudo Bakal Gandeng KH Imam Hasyim di Pilkada 2024?

Berita Terbaru